MUI Kedepankan Tabayyun, KH Zaitun Rasmin Minta Dampak Sosial Konser Bocelli Dikaji

MUI Kedepankan Tabayyun, KH Zaitun Rasmin Minta Dampak Sosial Konser Bocelli Dikaji

JAKARTA  ZAITUN RASMIN.COM — Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia dinilai perlu mempertimbangkan dampak sosial yang berpotensi muncul di tengah masyarakat. Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, mengingatkan bahwa persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari aspek penyelenggaraan acara, tetapi juga dari sensitivitas publik terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Kyai Zaitun menilai langkah MUI yang mengedepankan tabayyun atau klarifikasi merupakan pendekatan penting agar sikap yang diambil memiliki dasar informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kontroversi mengenai dugaan keterkaitan Andrea Bocelli dengan dukungan terhadap Israel Defense Forces (IDF) telah memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Menurutnya, potensi dampak negatif perlu diperhitungkan, bahkan jika konser tersebut disertai penggalangan dana untuk membantu Palestina. Ia menilai kegiatan semacam itu tetap berpotensi menimbulkan persoalan persepsi apabila tidak sejalan dengan sensitivitas masyarakat dan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Kyai Zaitun juga menyoroti kemungkinan munculnya biaya sosial (social cost), termasuk kekecewaan masyarakat dan gejolak sosial jika aspirasi publik tidak diperhatikan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan secara saksama dampak sosial, aspek kemanusiaan, serta kepentingan bangsa sebelum mengambil keputusan mengenai rencana konser tersebut.

Sebelumnya :