Ketika Doa Dipanjatkan Saat Shalat Lail Belum Terkabul

Ketika Doa Dipanjatkan Saat Shalat Lail Belum Terkabul

Teruslah merayu Sang Pemilik Semesta. Sebab, tidak ada ceritanya pintu Rahmat Allah dibiarkan tertutup bagi hamba yang pantang menyerah mengetuknya.


Ada banyak hal di dunia ini yang berada di luar kendali kita. Hasilnya? Batin menjadi jauh lebih bahagia, tenang, dan pantang goyah oleh tekanan eksternal.

Ketiga, melipatgandakan daya tahan: Jika di masa lalu masalah kecil saja bisa memicu panik, overthinking, hingga kecemasan yang melumpuhkan, perhatikanlah bagaimana rutinitas qiyamul lail perlahan merombak respons emosional tersebut.

Badai kehidupan mungkin belum reda, tetapi kapasitas mental kita telah diperbesar. Kita tumbuh menjadi pribadi yang berdaya lenting tinggi, sebuah fondasi penting agar tidak mudah patah saat dilanda krisis.

Mental yang terus-menerus disandarkan pada Yang Maha Kuat di atas sajadah akan melahirkan daya tahan ekstra. Saat target belum tercapai, kita punya ketangguhan berlapis untuk tidak lekas melempar handuk menghadapi kerasnya realitas.

Kita sering kali terlalu sibuk mendesak Allah agar segera mengubah nasib secepat mungkin. Padahal, Allah memiliki desain yang jauh lebih agung: Dia memilih untuk merombak dan mentransformasi siapa diri kita terlebih dahulu, sebelum Dia benar-benar mengubah realitas kehidupan kita.

Teruslah Mengetuk Pintu Rahmat Allah

Mari kita sederhanakan kembali niat di dalam hati. Tahajud sejatinya bukanlah semata soal seberapa cepat daftar keinginan kita dicoret, melainkan seberapa rela kita bersandar sepenuhnya pada Yang Maha Kuat.


Maka, malam ini, esok malam, dan malam-malam setelahnya, ketika alarm itu kembali berdering memecah keheningan, pilihlah untuk bangkit.


Singkap selimut itu, basuh lelahmu dengan segarnya air wudhu, dan hamparkan kembali sajadahmu. Berdirilah, meski dengan hati yang masih berat dan doa yang mungkin terbata-bata.

Menangislah jika memang harus menangis. Tumpahkan semuanya kepada Dzat yang tak pernah terlelap sedetik pun menjaga kita.
Teruslah merayu Sang Pemilik Semesta. Sebab, tidak ada ceritanya pintu Rahmat Allah dibiarkan tertutup bagi hamba yang pantang menyerah mengetuknya.

Selamat merindukan dan istiqamah berdiri di sepertiga malam.


Sumber : MUI.or.id

Sebelumnya :