Ustaz Zaitun menegaskan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam kehidupan umat dan bangsa.
JAKARTA UMMATTV.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menghadiri Mudzakarah Ulama yang digelar oleh PKS di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ustaz Zaitun hadir sebagai Ketua MUI Bidang Ukhuwah, sekaligus Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah dan Ketua Umum Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zaitun menegaskan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam kehidupan umat dan bangsa. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu dan bimbingan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan, memberikan arah moral, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
> “Ulama memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus hadir membimbing umat, menjaga persatuan, memberikan nasihat, serta mengarahkan masyarakat kepada hal-hal yang membawa kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Ustaz Zaitun.
Menurutnya, dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks menuntut para ulama untuk memahami persoalan umat secara lebih luas. Ulama perlu mampu membaca perkembangan sosial, ekonomi, politik, pendidikan, keluarga, hingga dinamika global, tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pewaris tugas para nabi dalam memberikan bimbingan kepada umat.
Karena itu, ia menilai forum-forum mudzakarah ulama memiliki arti penting sebagai ruang untuk bertukar pandangan, menyatukan pemahaman, dan merumuskan respons terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Mudzakarah merupakan tradisi yang sangat penting. Para ulama perlu terus berdialog, saling melengkapi pandangan, dan mencari titik temu agar nasihat yang disampaikan kepada umat benar-benar lahir dari pemahaman yang mendalam dan pertimbangan kemaslahatan yang luas,” katanya.
Ustaz Zaitun juga menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga ukhuwah di tengah beragam perbedaan yang terdapat di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan organisasi, latar belakang, maupun pilihan dalam kehidupan sosial dan politik tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam agenda-agenda besar yang menyangkut kepentingan umat dan bangsa. “Ulama harus menjadi kekuatan yang mempersatukan, bukan menambah jarak di tengah umat. Di tengah berbagai perbedaan, tugas kita adalah memperbesar titik temu, menjaga ukhuwah, dan mendorong kolaborasi dalam perkara-perkara yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sebagai Ketua Umum Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustaz Zaitun juga memandang tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini semakin luas dan tidak hanya bersifat lokal. Karena itu, penguatan jejaring, komunikasi, dan kolaborasi di antara ulama dinilai semakin diperlukan dalam merespons berbagai perubahan regional maupun global.
Kehadiran para ulama dalam ruang-ruang strategis, menurutnya, penting agar pembangunan bangsa tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga tetap berpijak pada nilai moral, keadilan, persatuan, serta kemaslahatan masyarakat.
Dalam Mudzakarah Ulama tersebut, Ustaz Zaitun turut didampingi Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Ketahanan Keluarga Ustaz Ridwan Hamidi dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah Ustaz Fakhrizal Idris.
Kehadiran jajaran pimpinan Wahdah Islamiyah dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus membangun komunikasi, ukhuwah, dan sinergi dengan para ulama serta berbagai elemen umat dalam memberikan kontribusi bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan.