Dalam khutbahnya, UBN akan mengangkat tema “Dari Ujian Menuju Pemulihan: Idulfitri sebagai Titik Kebangkitan”.
ACEH TAMIANG UMMATTV.COM — Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengambil langkah berbeda pada Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat banyak khatib memilih menyampaikan khutbah di masjid besar atau kota utama, UBN justru hadir di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu dijadwalkan menjadi khatib Shalat Idulfitri di depan Pendopo Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Shalat Idulfitri tersebut rencananya akan dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Wakil Bupati Ismail, serta masyarakat setempat.
UBN menyebut keputusannya dilandasi pemaknaan Idulfitri yang lebih substansial.
“Idulfitri harus kembali kepada makna asalnya: fitrah, kemanusiaan, dan kepedulian kepada saudara yang paling membutuhkan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menegaskan, kehadirannya di lokasi bencana merupakan bentuk dakwah yang tidak berhenti di mimbar. “Saya ingin berada di ‘masjid yang sebenarnya’, yaitu hati dan kehidupan orang-orang yang sedang diuji,” katanya.
Menurut UBN, Aceh Tamiang bukan sekadar lokasi bencana, melainkan ruang pembelajaran tentang iman dan kemanusiaan. “Di sini kita melihat iman bekerja secara nyata, sekaligus bagaimana kemanusiaan diuji dan dimurnikan,” ucapnya.
Ia juga menilai bencana merupakan bagian dari sunnatullah yang menyimpan hikmah. “Bencana bukan hanya musibah, tetapi juga ayat dan pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.
Dalam khutbahnya, UBN akan mengangkat tema “Dari Ujian Menuju Pemulihan: Idulfitri sebagai Titik Kebangkitan”. “Kemenangan bukan berarti tanpa ujian, tetapi ketika kita tidak runtuh oleh ujian,” katanya.
UBN menekankan pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat terdampak.
“Kita tidak cukup hanya mendoakan dari jauh. Kita harus hadir, melihat, merasakan, dan membersamai mereka,” ujarnya.
Ia juga optimistis Aceh Tamiang mampu bangkit, mengacu pada sejarah panjang ketangguhan masyarakatnya.
“Dengan iman yang hidup dan pengalaman menghadapi ujian, Aceh Tamiang berpotensi menjadi contoh kebangkitan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, UBN melalui Laznas AQL Peduli telah beberapa kali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh. Total bantuan yang digelontorkan untuk wilayah Sumatera dan Aceh disebut mencapai Rp10 miliar.**